PUISI

Denyut Nadi

Buku Kumpulan Puisi Anak Muda ASMAT

By

Michael Kur

Buku ini adalah suara hati Michael Kur, seorang anak muda Asmat yang merantau ke Jawa untuk bersekolah, namun hatinya tetap terpaut pada tanah kelahiran. "Denyut Nadi" merangkai kisah otentik tentang kampung halaman, suara para tetua, semangat perjuangan tokoh-tokoh Papua, dan keresahan akan masa depan. Kumpulan puisi ini menjanjikan harapan besar bagi Papua yang ia impikan tempat di mana pendidikan merata, alam tetap lestari, dan kesejahteraan menjadi milik semua.

Book Title
Book Title

Tentang Buku

Puisi 58 Halaman ISBN : (Sedang dalam proses)

"Denyut Nadi" adalah kumpulan puisi yang lahir dari pergolakan batin Michael Kur selama ia merantau untuk sekolah. Puisi-puisinya merekam suara hati seorang anak muda yang tumbuh di tengah kaya budaya Asmat, namun juga menghadapi kenyataan sulit tentang korupsi dan masa depan alam.

Puisi ini menyentuh isu-isu penting seperti 'Koruptor', 'Akibat Korupsi', dan 'Bumi'. Namun, di balik keresahan itu, Michael menyajikan semangat perlawanan lewat harapan 'Solusi' dan 'Pondasi Bangsa'. Inilah jendela yang menawarkan pandangan jernih tentang Indonesia Timur, ditulis dengan kejujuran seorang siswa SMP.

Dapatkan Buku

Apa yang Membuat Buku Ini Istimewa

Temukan mengapa kumpulan puisi ini lebih dari sekadar kata-kata ini adalah suara harapan dan jembatan pemahaman dari Tanah Papua.

Suara Politik & Keadilan

Puisi-puisi seperti 'Koruptor' dan 'Durjana' membuktikan keberanian Michael Kur dalam menyuarakan keresahan sosial dan tuntutan akan keadilan.

Cinta untuk Pendidikan & Guru

Menghadirkan penghormatan tulus kepada pendidik dan peran Sekolah Anak Indonesia, seperti terlihat dalam puisi 'Guru' dan 'Sekolah'.

Panggilan Melestarikan Alam

Puisi 'Lestari Alamku' dan 'Bumi' menjadi seruan mendalam dari anak Papua, yang sangat dekat dengan hutan dan sungai, untuk menjaga lingkungan.

Harapan di Tengah Keresahan

Menggali tema universal tentang keluarga ('Mama', 'Untuk Ayah dan Ibuku') dan harapan besar bagi kemajuan Indonesia ('Pondasi Bangsa').

Puisi Pilihan dalam "Denyut Nadi"

01

KORUPTOR

Keresahan sosial dan tuntutan keadilan.

02

LESTARI ALAMKU

Panggilan mendalam untuk menjaga lingkungan dan alam Papua.

03

GURU

Penghormatan tulus terhadap peran pendidikan dan pencerahan.

04

PONDASI BANGSA

Harapan Michael Kur terhadap kemajuan Indonesia dan masa depan yang lebih baik.

05

DUKA

Ekspresi emosi dan pengalaman hidup di tanah Papua.

06

UNTUK AYAH DAN IBUKU

Menggali tema universal tentang keluarga dan cinta kasih.

Cuplikan Buku

Hubungkan hati Anda dengan ketulusan puisi "GURU", sebuah persembahan Michael Kur dalam "Denyut Nadi".

01
GURU

Engkau pahlawanku
Engkau pelita hidupku
Di saat fajar terbit hingga terbenam sore
Engkau selalu mendidikku

Aku tak bisa beri kasih sayang
yang engkau dapatkan
Kesalahan takkan terjadi
Tapi di mana aku berada
Aku bisa mengendalikan diriku

Walaupun air matamu menjadi air mataku
Aku akan ubah arah hidupku
Di saat menghadapi kesulitan
Walaupun aku terpisah dari jiwamu
Tetapi aku tetap di dekatmu
Selalu dan selamanya

Selama aku-kamu masih bernafas
Selama bintang berkedip di malam hari
Kau akan selalu di dekatkuu

Rabu, 28 Maret 2018

Tentang Penulis

Kenali Michael Kur yang menyuarakan keresahan dan visi masa depan Papua melalui puisinya.

Author Name

Suara dari Tanah Papua

Michael Kur

Siswa SMP & Penulis Asmat, Papua

Michael Kur adalah penulis muda yang tumbuh di Kampung Basim, Asmat. Ia mulai menulis puisi sejak kelas 7 SMP di Sekolah Anak Indonesia (SAI). Puisi-puisinya tumbuh dari pengalaman di tanah Papua, menceritakan para tetua kampung, dan keinginannya menyuarakan Indonesia Timur.

Buku ini adalah buku keduanya. Melalui puisi, Michael menanamkan cinta pada alam, pendidikan, dan kehidupan. Ia berharap Papua suatu hari nanti akan menjadi tempat yang lebih baik.

Ikuti Michael

Apa Kata Mereka

Pendapat dari tokoh dan pembaca yang telah tersentuh oleh puisi-puisi Michael Kur.

Setiap sajak terasa seperti napas yang keluar dari dada seorang muda Papua yang sedang belajar mencintai dunia, bahkan ketika dunia tampak tidak adil padanya. Puisinya adalah doa yang menolak putus asa, keyakinan bahwa manusia masih bisa memilih untuk berbuat baik. Denyut Nadi bukan sekadar kumpulan puisi-ia adalah cermin perjalanan batin, tempat di mana kata berubah menjadi kesaksian, dan kesaksian itu menyalakan kembali api kemanusiaan di dada pembacanya.

Selamat dan ikut bangga pada SAI yang selalu mendorong para muridnya untuk selalu menulis. Selamat untuk lahirnya karya puisi oleh Michael Kur. Secara keseluruhan buku kumpulan puisi ini layak untuk diterbitkan karena akan memotivasi penulis belia lain, terutama penulis dari Tanah Papua. Beberapa puisi bersifat deskriptif tetapi beberapa diantaranya sudah menggunakan metafora dan simbol yang cukup dalam. Sebuah usaha yang luar biasa dari seorang Michael Kur.

Dapatkan Buku Cetak Anda Sekarang!

Miliki koleksi puisi "Dari Akar Kami Bertumbuh" dalam format fisik yang berkesan.

Book Title

"Denyut Nadi"

Denyut Hati Seorang Pejuang: Puisi tentang Keadilan, Alam, dan Harapan dari Tanah Papua.

Michael Kur mulai menulis puisi duduk di bangku kelas 7 SMP Sekolah Anak Indonesia (SAI). Ia merantau ke Jawa untuk bersekolah. Kumpulan puisi perdananya, "Dari Akar Kami Bertumbuh", terbit sebelumnya.

Buku kedua, "Denyut Nadi", lahir dari keinginan yang lebih besar: menceritakan realitas sosial dan menguatkan semangat keindonesiaan. Keresahan dan gagasan akan Papua di masa depan membuka pikiran, imaji, serta gagasannya. Michael berharap Papua suatu hari nanti akan menjadi tempat yang lebih baik di mana pendidikan merata, alam lestari, dan kesejahteraan menjadi milik semua.

Harga : Rp. 100.000,-

Hubungi Kami

Untuk pertanyaan seputar buku, kolaborasi, atau informasi lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kami.

Email:

info@terbitmasadepan.com

Alamat Kantor:

Sekolah Anak Indonesia
Jl. Werner Schwebig, Kampung Legok Gaok
Desa Kadumangu, Babakanmadang
Bogor 16810, Jawa Barat

Nomor Telepon: +62 21 8795 2501

Google Maps:
Lihat di Google Maps